0 notes | Permalink
Disudut, disudut lorong yang gelap dan pengap
Setiap insan yang lewat menutup pengelihatan dan penciuman mereka
Apa salah.
Aku tak pernah mencium aroma tubuhku aku tak pernah merasakan ada apanya.
Aku hanya apa adanya.
Yang aku tau setiap harinya aku dijejali oleh badan badan yang tak bisa menolak, aku tau, jiwanya menolak untuk berada didalamku
Tapi apa daya, setiap harinya aku harus merasakan penderitaan yang mereka rasa, mereka tak diurus, mereka terbaring seenaknya saja didalamku, sedangkan aku, aku hanya bisa beri iba pada mereka
Mata mereka ingin membuka, mulut mereka inginkan teriak, meneriakkan sesuatu. Aku iba. Mereka terjengap inginkan bantuan, aku hanya bisa beri iba. Tidak lebih.
Seorang datang, membungkusi satu satu mereka yang ada didalamku, mereka kawan, mereka penghuni, mereka yang membuat aku merasa dihargai, tapi karna mereka pula aku kerap ditakuti, dan aku hanyalah tempat badan badan tak bernyawa, tempat singgah sementara sebelum mereka dihabisi didalam rumah gelap dua kali satu meter
Aku hanya bisa tersenyum, jangan lupakan aku, aku pernah jadi kawan, semoga kalian masih ingat akan udara dingin yang aku berikan saat rasa panas menganas yang tak terbendung
Tertanda
Kamar Mayat
1 note | Permalink
Sompreto! Ini buat selingan aja
Aneh banget mimpi semalem,
Ya, sama mimpiin akun judul postingan ini :))))
Kayanya ngefans gitu ya gue sama si sinta
Dari mulai nick MiRC, masuk mimpi pula, kontak bbm sama YM juga ada :))))
Auk nih, mimpiin Kamimasaeshopnya sinta juga, ini mimpi serius, tapi berasa nyata :)))
0 notes | Permalink
Harus dimana lagi?
Dimana lagi aku harus menempatkan, ruang ruang kosong dalam tubuh telah penuh terisi olehmu, oleh setiap kata gerak dan tawa yang biasa hadir memenuhi relung relung jiwa yang haus akan itu
Penuh. Semua penuh oleh keluh jika aku berusaha untuk membuang isi dalam ruang itu
Melupakan tidak mudah seperti membuang ludah. Meninggalkan ludah begitu saja ditepi jalan, membuangnya tanpa ada perasaan berdosa akan siapa nanti yang menginjaknya
Itu ludah. Ini perasaan
Beda memang.
ketika ada kamu yang lain hadir memberi kesan yang sama, bahkan lebih, entah harus kusematkan dimana, sudah penuh terisi oleh dosa dosa, dosa dosa dimana bisa tidak tersisa rasa atas ucap pengampunan, kepala ini kerap tersungkur, mengikuti arus jatuhnya harga harga pasaran akan harga diri,
Itu harga diri. Ini perasaan
Beda memang.
Tak pernah mengenal akan kepada siapa dia hinggap dan entah sampai kapan dia menetap, menetap diatas atap atap yang setiap aku menghadap bagai aku terserap kedalam nya
Semua penuh, penuh sesak oleh dosa oleh kamu oleh semua yang ada tetapi berusaha menghapus dan tak pupus harap akan diberikan pengampunan walau terasa sesak sementara. Semua penuh. Tapi ini sementara
0 notes | Permalink
0 notes | Permalink
0 notes | Permalink
singkat. sekian
0 notes | Permalink
0 notes | Permalink
0 notes | Permalink
0 notes | Permalink